Rabu, 12 Februari 2025

My Microcredential Numeracy With Monash University Story

Diawali dengan aku yang masih sibuk dengan persiapan menuju Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan Seaqim, di grup sekolah kepala sekolahku mengirimkan pengumuman tentang kegiatan Microcredential Numeracy ini. Aku yang saat itu masih mempersiapkan keberangkatanku dan persyaratannya yang kubaca sekilas memerlukan TOEFL ITP membuatku tidak tertarik untuk mengikuti seleksinya.

Setelah beberapa saat akhirnya keinginan untuk mengikuti kegiatan Micro Numerasi ini terbit setelah mendengar cerita-cerita dari beberapa teman Seaqim. Mereka antusias untuk mengikuti pelatihan selanjutnya di saat pelatihan yang satu belum selesai. Sebuah semangat yang sudah lama tidak kurasakan, dan rupanya semangat itu menular. 

Ditahap administrasi aku banyak dibantu oleh teman-teman Seaqim. Mbak Masum dan Mas Ary adalah teman yang paling banyak membantu di tahap ini. Mulai dari meyakinkan untuk ikutan, bersedia ditanyai segala masalah teknis pendaftaran, diskusi persiapan dokumen, sampai mengingatkan untuk submit dokumen. Semoga diberi balasan hal-hal baik ya Mbak dan Mas.

Proses seleksinya lumayan panjang sih kalau dipikir-pikir. Batas pengumpulan dokumen administrasi itu di akhir Mei sementara pengumuman seleksi administrasi di awal September. Alhamdulillah aku bisa lolos tahap ini. Setelah pengumuman administrasi, beberapa hari kemudian terjadwal untuk mengikuti wawancara.

Di tahap ini, lagi-lagi peran teman-teman Seaqim banyak membantu. Di grup WhatsApp beberapa teman yang merupakan alumni Microcredential banyak memberikan tips dan tricks untuk menghadapi seleksi wawancara, yang ternyata bermanfaat banget karena kerangka utama pertanyaan di wawancara tidak jauh berbeda dengan yang disampaikan oleh teman-teman Seaqim. Semoga kebaikan teman-teman Seaqim, terutama Bu Padmi, Pak Dikdik dan Bu Ghe dibalas dengan kebaikan yang sama bahkan lebih besar ya.

Walau melalui sedikit drama karena kendala teknis saat wawancara sehingga harus menjadi peserta terakhir yang diwawancara, Alhamdulillah aku berhasil lolos menjadi salah satu peserta. 

Di acara ini aku kembali reuni dengan 2 teman Seaqim. Bu Ghe dan Mas Zulfan menjadi dua nama yang akhirnya bisa kutemui kembali di Jakarta, setelah sempat sama-sama mengikuti pelatihan Seaqim di Yogyakarta beberapa bulan sebelumnya. Aku dan Bu Ghe akhirnya sekamar selama mengikuti kegiatan Microcredential Numeracy ini.

Kegiatan Microcredential ini berlangsung selama kurang lebih 1 minggu. Pembukaan di hari Minggu dan penutupan di hari Jumat, minggu depannya. Salah satu tujuanku mengikuti kegiatan ini tercapai dihari pertama, miskonsepsi tentang apa itu numerasi benar-benar terjawab. Prof Gill dan Dr. Hazel memberikan penjelasan dan banyak pendekatan mengajar yang menambah lagi pengetahuanku dalam mengajar. Peserta kegiatan ini juga sangat aktif dalam menyampaikan ide dan menjawab setiap tantangan yang diberikan oleh tim pengajar dari Monash University.

Banyak pembelajaran yang sungguh diluar imajinasiku dan tentu saja sangat menyenangkan. Kegiatan-kegiatan yang sangat membekas diingatanku adalah Detektif Numerasi, Snack Food Labels dan Pembuatan Hollogram dari bahan sederhana. Kegiatan belajar yang benar-benar menyenangkan dan menggugah rasa penasaran sebagai siswa.


Gambar di atas adalah poster yang kami buat tentang keterkaitan numerasi dan Climate Change, satu hal yang paling menarik adalah voting menggunakan consensogram untuk menentukan poster terbaik.


Kalau yang ini sih poster P5 yang mungkin kita terapkan untuk siswa-siswi di sekolah. Banyak ide lahir dari diskusi kami tentang cara menanggulangi sampah yang tentu saja melibatkan numerasi, salah dua yang aku ingat adalah membuat lubang biopori dan paving yang dibuat dengan teknik ecobrick.


Kalau ini sih kami hanya sekedar ingin mengabadikan momen dengan Dr. hazel aja sih, foto ini diambil sambil kami menyelesaikan Project Plan dan Lesson Plans deh.


Nah kalau ini adalah irisan dari peserta Seaqim yang juga jadi peserta Microcredential Numerasi di tahun 2024 ini. Di sini kami berpose dengan pose andalan saat di Seaqim dulu.

Kalau di Seaqim dulu agenda jalan-jalan adalah agenda wajib yang ditunggu-tunggu hampir setiap malam. Karena Microcredential Numerasi ini lokasinya di Jakarta dan aku yang ketika kuliah bahkan pasca kampus juga sudah puas jalan-jalan berkeliling Jakarta akhirnya banyak menghabiskan waktu malam hari untuk melakukan kegiatan yang lain. Kebetulan teman sekamarku, Bu Ghe juga sudah biasa mengitari Jakarta karena adiknya bekerja di Jakarta. Beda dengan Seaqim dulu karena teman sekamarku yang orang Malaysia jadi agenda jalan-jalan adalah agenda yang rasa-rasanya wajib untuk dilakukan dan seperti ada tanggung jawab untuk menunjukkan keindahan Indonesia pada teman sekamarku waktu itu.





0 komentar:

Posting Komentar