Senin, 24 Juni 2024

My SEAQiM's RC TMTA PS Story

Di tengah gempuran koreksian dan setumpuk kerjaan jelang akhir tahun ajaran, aku memutuskan untuk rehat sejenak dan menulis postingan ini. Setelah bertemu mereka aku bisa bilang aku bertemu banyak orang-orang baik, yang selama 2 minggu bareng-bareng mereka memberikan kesan yang begitu baik dan kalau istilah sekarangnya sih bikin susah move on, in general loh ini ya!

Foto Bersama di Appreciation to SEAMEO Countries' Culture

Aneh banget ya di tengah pikiran yang kusut malah kepikiran untuk refreshing lewat nulis ini. Walaupun akhirnya tulisan ini aku lanjut tulis di 24 Juni setelah pulang dari rumah sakit untuk bikin jejak aja gitu wkwk. Ternyata memang di tengah gempuran kerjaan waktu itu beneran sulit untuk bisa nulis juga, ternyata untuk refreshing aku gak bisa nulis sesuatu yang perlu dipikir, ada alur dan berbagai macamnya.

Oke kita mulai dari proses awalnya! Kepala sekolahku mengirimkan pengumuman ini di wag sekolah, dan men-tag aku untuk ikutan. Terus beliau meyakinkan untuk ikutan karena sekolah kami perlu memperbaiki nilai di PMM, di mana keterlibatan kami di sana sangat sedikit dan mempengaruhi rapor pendidikan sekolah. Aku sebagai guru matematika satu-satunya di sekolah itu seperti punya beban moral (Ya Allah bahasanya tolong) merasa seperti harus bisa menerima tantangan itu. Aku mulai pelajari modulnya dan mulai melengkapi persyaratannya, kemudian satu hal yang cukup membuat berat adalah tanggal course yang berbarengan dengan hari spesial salah seorang temanku, aku ungkapkan hal tersebut ke beliau dan beliau mengutarakan alasan-alasan yang membuatku akhirnya melanjutkan proses mengikuti kegiatan pelatihan ini. Setelah terpilih sebagai delegasi, masalah lain muncul, izin dari yayasan. Akhirnya setelah banyak berdiskusi dengan beberapa rekan lain aku berangkat berbekal surat tugas belajar dari kepala sekolah. Saat itu izin dari yayasan belum kukantongi dan terkait izin baru kudapat setelah beberapa hari mengikuti kegiatan dan sudah berada di Yogyakarta.

Sebelum keberangkatan aku berkomunikasi dengan satu delegasi lain dari Lampung, namanya mbak Masum, kehadiran mbak Masum tuh banyak membantu banget. Aku jadi punya teman komunikasi terkait persiapan keberangkatan, mulai dari keriwehan beli tiket pesawat, kostum untuk Culture Appreciation(?), sampai beli souvenirs di H-1 keberangkatan. Tidak terbayang sih kalau gak ada Mbak Masum perjalananku akan bagaimana hehe. Walaupun interaksi kami tidak bagitu banyak saat di pelatihan, karena beda academic group dan lorong kamar, but it was a great experience to meet you, mbak!


Ini foto sama mbak Masum di hari kepulangan kami. Kami jadi 2 penghuni terakhir dorm🤣

Oke, selanjutnya setelah huru-hara persiapan keberangkatan, aku dan mbak Masum mengalami perjalanan yang cukup lancar hingga kami tiba di Yogyakarta. Kami tinggal di BBGP DIY selama mengikuti course ini, di Wisma Lambda lebih tepatnya. Aku ada di lorong 1 di mana mayoritas overseas teachers berada. Mbak masum ada di lorong ketiga.

Kami dibagi ke dalam kamar yang berisi 2 orang untuk setiap kamar. Aku sekamar dengan Akak Rahayu, seorang senior teacher dari Malaysia dengan pengalaman mengajar lebih dari 20 tahun, dan punya anak yang usianya tidak begitu jauh dariku. Rasanya seperti dapet orang tua baru gitu, karena beliau sangat keibuan dan passionate banget sebagai guru. Beliau terlibat cukup banyak di kementerian pendidikan Malaysia dalam persiapan kurikulum baru Malaysia di tahun 2027 mendatang. Beliau juga pernah menjadi penyiar di televisi Malaysia di siaran pendidikan selama masa pandemi berlangsung beberapa tahun lalu. Aku awalnya lebih nyaman bila sekamar sendiri, dan mengkhawatirkan bagaimana hidup dengan orang lain yang baru ku kenal selama 2 minggu lamanya. Ternyata it was a bless to have akak Ayu as my roommate! Aku bersyukur sekali dengan segala cerita pengalaman akak yang dibagi kepadaku selama course!

I have a lot of photos with akak Ayu!



Dua foto di atas tidak bisa menjelaskan banyak kegiatan yang aku lalui bareng sama kak Ayu. Keliling malioboro sampai kaki pegal adalah salah satu yang bikin gak habis pikir, padahal besoknya kita harus post test dan menampilkan performance khas daerah/negara asal kami. Seperti pertemuan dengan mbak Masum, aku juga sangat mensyukuri pertemuan dengan akak Ayu!

Kalau ngomongin SEAQiM gak afdol kalau gak ngomongin kegiatannya yang Masya Allah keren banget. Setiap sesinya tuh bikin aku sadar sesedikit apa pelajaran dan ilmu yang udah aku kuasai selama ini terkait dunia pendidikan. Sebagai lulusan non pendidikan, aku jelas gak belajar tentang pendidikan selama S1 dan belajar dengan terjun langsung alias learning by doing selama mengajar kurang lebih 3 tahun ini. Banyak kata-kata yang baru aku ketahui. Mulai dari HLT atau Hypothetical Learning Trajectory, CPA atau Concrete Pictorial Abstract, sampai Virtual and Physical Manipulatives yang jadi salah satu nyawa Course ini menurutku. Kelas favoritku adalah Physical Manipulatives with Pak Wiworo karena rasanya seperti bermain dan banyak eksplorasi spasial dan aku baru sadar ternyata eksplorasi spasial semenyenangkan itu.


Excited banget dan tidak terasa seperti belajar di kelas ini, sampai tahu-tahu jam di sesi ini selesai hehe.

Oke selain menceritakan tentang materi pembelajarannya aku juga akan membagikan cerita tentang academic group! Karena hampir di semua sesi kami bekerja secara kelompok termasuk berdiskusi dan memecahkan banyak persoalan sampai membuat media pembelajaran pun dalam academic group yang sama.

Here is the 4th group members!

Mr. Saifulnizan
Me
Ms. Mulia
Ms. Ismaya
Mr. Zulfan

Sayang Ms. Mulia harus kembali lebih dahulu ke daerah asalnya karena ada kegiatan yang jauh lebih mendesak jadi kami berakhir menjadi satu2nya academic group yang terdiri dari 4 anggota. 

It was a really good opportunity to be a part of this academic group! It is not just a sentence but it comes from the deep of my heart! Bisa ketemu Pakcik (Mr. Saiful pada akhirnya dipanggil Pakcik atas inisiasi Mbak Maya dan kami semua jadi ikutan) yang perannya sudah seperti captain kelompok kami yang akhirnya menjadi model teacher untuk grup kami dan banyak memberikan ide terutama di pengembangan media pembelajaran dan banyak sesi diskusi. Mbak Maya nih ternyata inspirational banget, passionate, banyak ide dan ahli dalam design mendesign. Mbak Maya tuh keren banget deh, maksudku bisa punya banyak ide cemerlang dan perhitungan yang matang dan masuk akal pasti gak mudah, pasti banyak pengalaman dan hal yang sudah Mbak Maya laluin, salah satu pilarnya kelompok 4 nih! Satu lagi ada Mas Zulfan yang awalnya tidak banyak omong namun lama kelamaan jadi orang yang bikin grup selalu rame dengan celetukan-celetukannya yang ada-ada aja. Mas Zulfan ini yang pada akhirnya motongin semua board untuk Media pembelajaran kelompok kami. Yang awalnya aku pikir hal tersulit dari media kami itu diboardnya walaupun turned out yang paling ribet adalah printilannya, adalah hal yang keren bisa menyelesaikan ke-6 board itu dalam waktu singkat.
Aku tuh kadang feel guilty gitu karena mungkin aku adalah yang pengalamannya paling sedikit, apakah peranku cukup membantu di kelompok ini (ini serius banget terutama di banyak sesi diskusi yang aku tuh kadang lama banget untuk into ke permasalahan yang didiskusikan kecuali aku memang punya bayangan terkait topiknya) semoga aku tidak menyusahkan dan kalian juga bisa punya kenangan baik seperti aku mengenang kalian dengan sangat baik.





I post 4 pictures of group 4. Since we are the 4th group, consists of 4 people, and teaching the 4th grade on real teaching! 

Kegiatan pelatihan ini sangat terasa banget keseruannya karena kehadiran peserta-peserta course lain yang sangat menyenangkan. Beberapa  yang aku sebutkan di atas adalah yang banyak bersinggungan denganku secara langsung di course. Ada juga yang baru berkomunikasi intens setelah course selesai. Semuanya punya posisi masing-masing di memoriku sih, lain waktu mungkin i'll make another story that relate to SEAQiM deh!

0 komentar:

Posting Komentar