Senin, 27 April 2015

Praktikum Ketiga Sosiologi Umum- Drug Trafficker Dari Cianjur



Just for Reference ya....

M.K. Sosiologi Umum ( KPM 130 )                                        Rabu, 17 September 2014
Praktikum Ke 3                                                                       RK. CCR 2.16 / Q.09.2

Chairunnisa / G54140016
“ Drug Trafficker “ Dari Cianjur
Oleh:
Irfan Budiman, Rian Suryalibrata, dan Upik Supriyatun
Asisten Praktikum :
1.      Dyah Utari ( I34100060 )
2.      Nurul Rizki S. ( H44120099 )
 

Ikhtisar
Setelah menerima vonis mati tiga hari yang lalu, oleh majelis hakim pimpinan Asep Iwan Iriawan di Pengadilan Negeri Tangerang, raut wajah Merika Franola atau Ola tampak cerah dan terlihat lebih tegar dibandingkan sepupunya, Rani Andriani yang turut menjadi terhukum mati lainnya. Kedua wanita yang masih memiliki hubungan keluarga itu mengisi hari-hari dengan beribadah dan berkebun di Lembaga Permasyarakatan Wanita Tangerang. Ola memang memiliki jalan hidup yang sepertinya berliku, setamat SMA di Cianjur, Jawa Barat, Ola yang pada akhirnya merantau ke Jakarta dan menjadi disk jocker, yang justru membuatnya memiliki seoarang anak yang kini telah berusia tujuh tahun akibat berhubungan dengan seorang pria. Pada Oktober 1997, dia bertemu dengan Tajudin alias Tony, pria asal Nigeria yang mengaku berbisnis pakaian jadi. Mereka bertemu di sebuah apartemen di bilangan Kampungbali, Jakarta Pusat. Setelah pertemuan tersebut hubungan mereka kian dekat, mereka berpacaran, dan tinggal bersama, dan saat Ola hamil, mereka lalu menikah dan kehidupan mereka saat itu sangat bahagia. Tapi kebahagian itu tidak berlangsung lama, karena sifat asli Tony yang ringan tangan mulai muncul, dan sering kali menyiksa Ola.

Tapi, Ola yang lahir pada tanggal 2 November 1970 mengaku tetap mencintai Tony dan meminta maaf kepada Tony setiap Tony selesai dipukuli oleh Tony. Hal itu karena Ola merasa, Tony memiliki semacam magic yang mampu membuatnya takut dan selalu mengalah pada Tony. Tony bukannya berbisnis pakaian jadi, tetapi bisnis Tajudin yang sebenarnya adalah bisnis narkotik yang kembali Tony jalankan menjelang kelahiran anak pertama mereka. Dan Ola turut serta dalam bisnis itu dengan alasan daripada terus disiksa oleh suaminya. Meskipun begitu Ola mengaku tidak memperoleh sepeserpun uang, karena uang bayarannya habis digunakan untuk biaya berobat karena terus disiksa oleh Tony, dan sisa uangnya dipegang oleh Tony. Anehnya Ola yang mengaku menjalankan bisnisnya karena terpaksa justru memiliki posisi yang makin meningkat dari sekedar kurir, menjadi Drug Trafficker, sebutan bagi pengatur lalu-lintas narkotik jenis heroin dan kokain.

Jelas saja, pada akhirnya terjadi peningkatan taraf hidup bagi pasangan suami istri Ola dan Tony yang mampu mengontrak dua rumah sekaligus dan banyak membantu kerabatnya yang meminta bantuan pada Ola seperti dua sepupu Ola yang bernama Rina Andriani dan Deni Setia Maharwan. Rani yang sebelumnya bekerja sebagai pelayan restoran dan untuk melunasi utangnya Rani pun turut menjadi kurir, dan satu lagi sepupu Ola yang bernama Deni karena pernah dipinjamkan uang oleh Tony akhirnya turut serta menjadi kurir dalam bisnis narkotik tersebut. Meskipun begitu kedua sepupu Ola tidak sadar bahwa mereka telah dimanfaatkan sebagai kurir narkotik dan setelah sadar mereka tidak tega karena Tony yang sebenarnya anggota komplotan sindikat narkotika internasional itu akan menyiksa Ola bila kedua sepupunya itu menolak menjalankan tugas mereka sebagai kurir narkotik. Pada akhirnya baru pada 12 Januari 2003 Ola dan kedua sepupunya ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Pada hari yang sama Tony sang suami bersama empat temannya tewas dalam baku tembak dengan polisi yang menyergap kedaiamannya melalui keterangan yang diberikan Ola. Polisi tidak percaya dengan kata-kata ola mengenai magic Tony yang mempu membuat Ola bertekuk lutut karena Ola adalah seorang pemain sandiwara yang ulung, disamping itu Ola memang telah menggeluti dunia hitam sebelum ia menikah dengan Tony.

Analisis

1.      Aspek-aspek realitas sosial menurut Calchoun, dkk (1994)
Aspek-aspek Realitas Sosial
Teori
Dalam Bacaan
Struktur Sosial
Pola-pola hubungan sosial (misanya perkawinan), posisi-posisi sosial (misalnya sebagai kyai), dan jumlah penduduk menurut kategori social tertentu (misalnya jumlah dokter per 1000 orang penduduk).
Terdapat beberapa pola hubungan social seperti Ola dan Tony yang merupakan pasangan suami istri, Ola dan Rani serta Deni yang berhubungan keluarga (sepupu) dan posisi social Deni yang pernah menjabat sebagai lurah.
Tindakan Sosial

(Tindakan Rasional Instrumental)
Cara bagaimana individu dan grup social social mencoba membuat kehidupan social menjadi seperti yang diinginkannya dan, dalam konteks itu, bagaimana antara satu dan lain individu atau grup sosial terdapat hubungan kesaling-tergantungan
-Tony yang dengan kekerasan dan paksaan pada Ola agar Ola mau bekerja sebagai kurir narkotik untuk mengikuti kehendaknya agar memperoleh uang
-Ola yang taat pada Tony agar tidak dipukul
-Ola sebagai DJ untuk memperoleh penghasilan
Integrasi Fungsional
Kesaling-tergantungan diantara unsure-unsur dari suatu system sosial, sebagaimana halnya anggota tubuh manusia saling tergantung satu sama lain.
Saling ketergantungan antara Rani dan Deni pada Ola dan Tony, begitupula sebaliknya. Deni dan Rani untuk membayar hutang pada Tony dan juga Ola, sementara Tony memerlukan kurir untuk bisnis narkobanya dan Ola membutuhkan Deni dan Rani melakukan pekerjaan mereka, agar Tony tidak memukulinya lagi.
Kekuasaan
Kemampuan suatu aktor sosial (individu, grup, organisasi) mengarahkan pihak lain untuk melaksanakan keinginannya, atau menjamin perolehan manfaat dari tindakan pihak lain.
Kemampuan Tony membuat Ola, Rani, dan Deni membantunya menjalankan tugasnya, serta saat ia memukuli Ola menunjukan ia memegang kekuasaan untuk melakukan hal tersebut
Kebudayaan
Bahasa, norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan-kepercayaan, pengetahuan, dan symbol-simbol yang membangun suatu “cara hidup”.
Ola yang telah mengalami dua kali kehamilan tanpa adanya suatu ikatan pernikahan serta pengedaran narkoba adalah suatu budaya negatif yang menyimpang.

2.      Pendekatan Obyektif
Teori
Dalam Bacaan
Pendekatan ini memandang fakta sosial sebagai kumpulan tindakan-tindakan sosial individual dapat diukur secara empiris dan secara positif dinyatakan sebagai suatu angka (rate) sosial, misalnya angka bunuh diri, angka kejahatan, dan lain-lain.
Pernyataan Alex Bambang yang menyatakan bahwa Ola sangat profesional dalam menjalankan tugasnya dan ia yang mengaku tak percaya pada Ola yang mengaku terlibat dalam bisnis narkoba itu karena keterpaksaan.

3.      Pendekatan Subyektif
Teori
Dalam Bacaan
Memandang sosiologi tidak berada di luar melainkan melekat pada diri individu.
Peryataan Ola yang mengatakan bahwa dirinya dipaksa oleh Tony dalam menjalankan bisnis tersebut, dan menurutnya Tony yang menurutnya memiliki magic.




0 komentar:

Posting Komentar