Just for Reference ya....
M.K.
Sosiologi Umum ( KPM 130 ) Rabu,
17 September 2014
Praktikum
Ke 3 RK.
CCR 2.16 / Q.09.2
Chairunnisa / G54140016
“ Drug Trafficker “ Dari Cianjur
Oleh:
Irfan Budiman, Rian Suryalibrata, dan Upik Supriyatun
Asisten Praktikum :
1. Dyah
Utari ( I34100060 )
2. Nurul
Rizki S. ( H44120099 )
Ikhtisar
Setelah
menerima vonis mati tiga hari yang lalu, oleh majelis hakim pimpinan Asep Iwan
Iriawan di Pengadilan Negeri Tangerang, raut wajah Merika Franola atau Ola
tampak cerah dan terlihat lebih tegar dibandingkan sepupunya, Rani Andriani
yang turut menjadi terhukum mati lainnya. Kedua wanita yang masih memiliki
hubungan keluarga itu mengisi hari-hari dengan beribadah dan berkebun di Lembaga
Permasyarakatan Wanita Tangerang. Ola memang memiliki jalan hidup yang
sepertinya berliku, setamat SMA di Cianjur, Jawa Barat, Ola yang pada akhirnya
merantau ke Jakarta dan menjadi disk jocker, yang justru membuatnya memiliki
seoarang anak yang kini telah berusia tujuh tahun akibat berhubungan dengan
seorang pria. Pada Oktober 1997, dia bertemu dengan Tajudin alias Tony, pria
asal Nigeria yang mengaku berbisnis pakaian jadi. Mereka bertemu di sebuah
apartemen di bilangan Kampungbali, Jakarta Pusat. Setelah pertemuan tersebut
hubungan mereka kian dekat, mereka berpacaran, dan tinggal bersama, dan saat
Ola hamil, mereka lalu menikah dan kehidupan mereka saat itu sangat bahagia.
Tapi kebahagian itu tidak berlangsung lama, karena sifat asli Tony yang ringan
tangan mulai muncul, dan sering kali menyiksa Ola.
Tapi,
Ola yang lahir pada tanggal 2 November 1970 mengaku tetap mencintai Tony dan
meminta maaf kepada Tony setiap Tony selesai dipukuli oleh Tony. Hal itu karena
Ola merasa, Tony memiliki semacam magic yang mampu membuatnya takut dan selalu
mengalah pada Tony. Tony bukannya berbisnis pakaian jadi, tetapi bisnis Tajudin
yang sebenarnya adalah bisnis narkotik yang kembali Tony jalankan menjelang
kelahiran anak pertama mereka. Dan Ola turut serta dalam bisnis itu dengan
alasan daripada terus disiksa oleh suaminya. Meskipun begitu Ola mengaku tidak
memperoleh sepeserpun uang, karena uang bayarannya habis digunakan untuk biaya
berobat karena terus disiksa oleh Tony, dan sisa uangnya dipegang oleh Tony. Anehnya
Ola yang mengaku menjalankan bisnisnya karena terpaksa justru memiliki posisi
yang makin meningkat dari sekedar kurir, menjadi Drug Trafficker, sebutan bagi
pengatur lalu-lintas narkotik jenis heroin dan kokain.
Jelas
saja, pada akhirnya terjadi peningkatan taraf hidup bagi pasangan suami istri
Ola dan Tony yang mampu mengontrak dua rumah sekaligus dan banyak membantu
kerabatnya yang meminta bantuan pada Ola seperti dua sepupu Ola yang bernama
Rina Andriani dan Deni Setia Maharwan. Rani yang sebelumnya bekerja sebagai
pelayan restoran dan untuk melunasi utangnya Rani pun turut menjadi kurir, dan
satu lagi sepupu Ola yang bernama Deni karena pernah dipinjamkan uang oleh Tony
akhirnya turut serta menjadi kurir dalam bisnis narkotik tersebut. Meskipun begitu
kedua sepupu Ola tidak sadar bahwa mereka telah dimanfaatkan sebagai kurir
narkotik dan setelah sadar mereka tidak tega karena Tony yang sebenarnya
anggota komplotan sindikat narkotika internasional itu akan menyiksa Ola bila
kedua sepupunya itu menolak menjalankan tugas mereka sebagai kurir narkotik.
Pada akhirnya baru pada 12 Januari 2003 Ola dan kedua sepupunya ditangkap di
Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Pada hari yang sama Tony sang suami bersama
empat temannya tewas dalam baku tembak dengan polisi yang menyergap
kedaiamannya melalui keterangan yang diberikan Ola. Polisi tidak percaya dengan
kata-kata ola mengenai magic Tony yang mempu membuat Ola bertekuk lutut karena
Ola adalah seorang pemain sandiwara yang ulung, disamping itu Ola memang telah menggeluti
dunia hitam sebelum ia menikah dengan Tony.
Analisis
1. Aspek-aspek
realitas sosial menurut Calchoun, dkk (1994)
Aspek-aspek
Realitas Sosial
|
Teori
|
Dalam
Bacaan
|
Struktur
Sosial
|
Pola-pola
hubungan sosial (misanya perkawinan), posisi-posisi sosial (misalnya sebagai
kyai), dan jumlah penduduk menurut kategori social tertentu (misalnya jumlah
dokter per 1000 orang penduduk).
|
Terdapat
beberapa pola hubungan social seperti Ola dan Tony yang merupakan pasangan
suami istri, Ola dan Rani serta Deni yang berhubungan keluarga (sepupu) dan
posisi social Deni yang pernah menjabat sebagai lurah.
|
Tindakan
Sosial
(Tindakan
Rasional Instrumental)
|
Cara
bagaimana individu dan grup social social mencoba membuat kehidupan social
menjadi seperti yang diinginkannya dan, dalam konteks itu, bagaimana antara
satu dan lain individu atau grup sosial terdapat hubungan
kesaling-tergantungan
|
-Tony
yang dengan kekerasan dan paksaan pada Ola agar Ola mau bekerja sebagai kurir
narkotik untuk mengikuti kehendaknya agar memperoleh uang
-Ola
yang taat pada Tony agar tidak dipukul
-Ola
sebagai DJ untuk memperoleh penghasilan
|
Integrasi
Fungsional
|
Kesaling-tergantungan
diantara unsure-unsur dari suatu system sosial, sebagaimana halnya anggota
tubuh manusia saling tergantung satu sama lain.
|
Saling
ketergantungan antara Rani dan Deni pada Ola dan Tony, begitupula sebaliknya.
Deni dan Rani untuk membayar hutang pada Tony dan juga Ola, sementara Tony
memerlukan kurir untuk bisnis narkobanya dan Ola membutuhkan Deni dan Rani
melakukan pekerjaan mereka, agar Tony tidak memukulinya lagi.
|
Kekuasaan
|
Kemampuan
suatu aktor sosial (individu, grup, organisasi) mengarahkan pihak lain untuk
melaksanakan keinginannya, atau menjamin perolehan manfaat dari tindakan
pihak lain.
|
Kemampuan
Tony membuat Ola, Rani, dan Deni membantunya menjalankan tugasnya, serta saat
ia memukuli Ola menunjukan ia memegang kekuasaan untuk melakukan hal tersebut
|
Kebudayaan
|
Bahasa,
norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan-kepercayaan, pengetahuan, dan
symbol-simbol yang membangun suatu “cara hidup”.
|
Ola
yang telah mengalami dua kali kehamilan tanpa adanya suatu ikatan pernikahan
serta pengedaran narkoba adalah suatu budaya negatif yang menyimpang.
|
2. Pendekatan
Obyektif
Teori
|
Dalam
Bacaan
|
Pendekatan
ini memandang fakta sosial sebagai kumpulan tindakan-tindakan sosial
individual dapat diukur secara empiris dan secara positif dinyatakan sebagai
suatu angka (rate) sosial, misalnya angka bunuh diri, angka kejahatan, dan
lain-lain.
|
Pernyataan
Alex Bambang yang menyatakan bahwa Ola sangat profesional dalam menjalankan
tugasnya dan ia yang mengaku tak percaya pada Ola yang mengaku terlibat dalam
bisnis narkoba itu karena keterpaksaan.
|
3. Pendekatan
Subyektif
Teori
|
Dalam
Bacaan
|
Memandang
sosiologi tidak berada di luar melainkan melekat pada diri individu.
|
Peryataan
Ola yang mengatakan bahwa dirinya dipaksa oleh Tony dalam menjalankan bisnis
tersebut, dan menurutnya Tony yang menurutnya memiliki magic.
|
0 komentar:
Posting Komentar