Well, hallo!
Kembali ke sini karena rasa-rasanya ingin sekali mengeluarkan isi kepala. Satu topik yang menjadi salah satu bahan pikiran utama adalah perjalanan karirku yang warna-warni di sepanjang 2024 ini.
Belakangan rasa-rasanya perasaanku selalu sedih, entah rasanya aku harus mengikhlaskan hal-hal yang tahun ini aku perjuangkan. Berat sekali memang, tapi ya namanya hidup kan ya aku gak boleh berhenti berjuang.
Anyway, kembali membahas tentang perjalanan karirku, tahun ini bisa dibilang yang paling seru juga penuh lika-liku. Sebagai guru matematika di sepanjang pengabdianku di sekolah sebelumnya dan harus mulai beradaptasi menjadi wali kelas di sekolah yang baru. Padahal rasanya aku mulai beradaptasi dengan ritme menjadi seorang guru matematika di sekolah dasar.
Aku bukan berasal dari pendidikan keguruan atau bisa dibilang aku guru dari non kependidikan. Beberapa waktu belakangan aku gunakan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan dibidang pendidikan. Setelah aku mulai merasa nyaman dengan peranku sebagai guru matematika sekarang aku harus mendapatkan tantangan dengan peran baru.
Awal tahun ini jadi salah satu titik untuk aku keluar dari zona nyaman. Sebagai guru di salah satu sekolah swasta yang tentu saja memiliki beberapa peraturan yang lebih ketat dibanding sekolah negeri pada umumnya. Tentu tidak mudah untuk aku mengambil keputusan keluar dari zona nyaman ini.
Keputusan yang aku ambil adalah mengikuti kegiatan Regular course : Teacher-made Mathematics Teaching Aids for Primary School Teachers yang diadakan oleh SEAQiM. Melalui serangkaian seleksi hingga akhirnya terpilih sebagai salah satu delegasi adalah satu hal yang sangat aku syukuri, hingga hari ini.
Kegiatan ini berlokasi di Yogyakarta. Bertemu banyak Mathematics specialist yang memberikan ilmu baru yang membuka mataku untuk melihat matematika dalam pembelajaran dan pengajaran secara lebih luas. Bertemu teman-teman yang menginspirasi juga hal-hal yang sangat aku syukuri. Teman-teman yang berasal tidak hanya dari Indonesia tapi juga dari negara-negara lain di Asia Tenggara.
SEAQiM menjadi yang pertama dan paling banyak menempati ruang ingatanku.
Setelah itu aku mengikuti beberapa kegiatan online seperti Wadah Inspiring Teacher dan Pembatik yang kuikuti sampai Level 2 dan 3 yang tentu saja membuka kembali cakrawala pengetahuan seputar dunia pendidikan.
Sebuah kabar yang cukup mencengangkan dan aku masih belum bisa menerima sampai sekarang adalah sebuah amanah baru dari manajemen yayasan sekolahku. Di bulan Agustus aku ditunjuk menjadi wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Dengan tugas sebagai wali kelas, koordinator professional development sekaligus ketua komunitas belajar, PiC dari big events sekolah juga tetap menjadi tanggung jawabku. Sesuatu yang rasanya sangat di luar kuasaku.
Awal September satu kabar bahagia datang. Aku terpilih untuk mengikuti seleksi wawancara salah satu beasiswa yang cukup prestisius dari Kemendikbud. Pengembangan Kompetensi Microcredential Numeracy with Monas University. Yang menjadi sedikit pelipur kesedihan kala itu. Setelah melalui wawancara dengan beberapa kendala teknis aku akhirnya dinyatakan sebagai awardee dan mengikuti kegiatannya di Jakarta selama kurang lebih satu minggu.
Melalui tahun 2024 dengan kegiatan-kegiatan yang tidak terpikirkan diawal aku menjadi guru. Kegiatan yang memberi banyak pengalaman berharga. Walau banyak sekali naik juga turunnya tahun ini terasa begitu bermakna. Kalau dipikir-pikir tahun ini aku mengeluarkan air mata lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya tapi aku juga sadar, kesyukuran yang aku panjatkan juga harus lebih banyak dari sebelum-sebelumnya.